Hasil Prancis vs Swedia 3-0 di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Mbappé Brace
Intrend.id – Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Prancis kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus tampil dominan saat mengalahkan Swedia dengan skor telak 3-0 pada babak 32 besar di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Rabu 1 Juni 2026 pagi WIB.
Dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola memastikan langkah mulus Prancis menuju babak 16 besar. Pada fase berikutnya, pasukan Didier Deschamps akan menghadapi Paraguay dalam perebutan tiket ke perempat final.
Sementara itu, perjalanan Swedia harus berakhir. Meski sempat memberikan perlawanan di awal pertandingan, mereka akhirnya tidak mampu mengimbangi kualitas permainan sang juara dunia.
Mbappé Pecah Kebuntuan Jelang Turun Minum
Prancis langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama. Penguasaan bola mereka begitu dominan.
Michael Olise dan Ousmane Dembélé berkali-kali merepotkan pertahanan Swedia lewat kecepatan serta kreativitas di sisi sayap.
Les Bleus bahkan sempat mencetak gol lebih dulu. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum turun minum.
Pada menit ke-45, Kylian Mbappé memanfaatkan kerja sama apik dari skema sepak pojok pendek. Bola yang diawali Michael Olise diteruskan Ousmane Dembélé sebelum akhirnya diselesaikan Mbappé dengan penyelesaian klinis.
Gol tersebut membuat Prancis unggul 1-0 saat babak pertama berakhir.
Barcola Tambah Keunggulan, Mbappé Tutup Pesta Gol
Memasuki babak kedua, Prancis sama sekali tidak mengendurkan serangan.
Baru delapan menit setelah kick-off, Bradley Barcola berhasil menggandakan keunggulan.
Michael Olise kembali menjadi kreator lewat umpan terobosan akurat yang langsung disambut Barcola dengan penyelesaian dingin dari dalam kotak penalti.
Gol itu membuat Swedia semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.
Prancis terus mengontrol tempo permainan sambil memanfaatkan celah di lini belakang lawan.
Puncaknya terjadi pada menit ke-74.
Lagi-lagi Michael Olise menjadi aktor penting lewat assist keduanya dalam pertandingan ini.
Mbappé yang menerima bola di sisi kiri kotak penalti langsung melepaskan tembakan kaki kanan yang gagal dihentikan Robin Olsen.
Gol tersebut memastikan kemenangan telak 3-0 sekaligus melengkapi dua gol Mbappé dalam laga ini.
Mbappé Makin Tajam di Piala Dunia 2026
Brace ke gawang Swedia membuat Mbappé semakin kokoh dalam perburuan gelar top skor Piala Dunia 2026.
Penyerang Real Madrid itu kini telah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen.
Tak hanya itu, tambahan dua gol tersebut juga membuat koleksi gol Mbappé di ajang Piala Dunia mencapai 18 gol sepanjang kariernya.
Catatan tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Kecepatan, penyelesaian akhir, dan pergerakannya kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan lawan.
Michael Olise Jadi Motor Kreativitas Prancis
Selain Mbappé, Michael Olise layak mendapat sorotan.
Gelandang serang muda itu tampil luar biasa dengan menyumbang dua assist penting.
Olise bahkan nyaris mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan salto spektakuler yang hanya membentur tiang gawang.
Pergerakannya di lini tengah membuat pertahanan Swedia kesulitan membaca arah serangan Prancis.
Di sisi lain, Ousmane Dembélé juga tampil aktif membuka ruang, sementara Bradley Barcola memberikan energi baru lewat pergerakan cepatnya.
Lini belakang Prancis yang dikomandoi William Saliba pun tampil sangat disiplin sehingga Viktor Gyökeres dan Alexander Isak hampir tidak mendapat ruang untuk berkembang.
Statistik Bukti Dominasi Les Bleus
Secara statistik, Prancis benar-benar menguasai pertandingan.
Penguasaan bola mereka berada di kisaran 60 hingga 65 persen.
Sementara Swedia hanya mampu menguasai sekitar 35 hingga 40 persen.
Prancis juga unggul dalam jumlah tembakan dengan kisaran 15 hingga 20 percobaan.
Sebaliknya, Swedia hanya mampu menciptakan sekitar enam hingga delapan peluang sepanjang laga.
Dari sisi kualitas peluang, Prancis juga jauh lebih unggul.
Nilai Expected Goals (xG) mereka mencapai sekitar 3,17, sedangkan Swedia hanya berada di kisaran 0,66.
Angka tersebut menunjukkan betapa efektifnya setiap serangan yang dibangun Les Bleus.
Strategi Didier Deschamps
Didier Deschamps kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih berpengalaman.
Prancis bermain dengan formasi fleksibel yang mampu berubah sesuai situasi pertandingan.
Penguasaan bola dikombinasikan dengan transisi cepat membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan.
Mbappé diberi kebebasan bergerak di lini depan, sementara Olise dan Dembélé aktif menciptakan peluang dari kedua sisi lapangan.
Lini tengah tampil dominan dalam menguasai bola dan memenangkan duel-duel penting.
Saat kehilangan bola, para pemain Prancis juga langsung melakukan pressing tinggi sehingga Swedia nyaris tidak memiliki waktu membangun serangan.
Swedia Berjuang, tetapi Kalah Kelas
Swedia sebenarnya memulai laga dengan cukup baik.
Mereka tampil disiplin dan mencoba mengandalkan serangan balik melalui Viktor Gyökeres dan Alexander Isak.
Namun, solidnya pertahanan Prancis membuat kedua penyerang tersebut minim peluang bersih.
Robin Olsen juga sempat melakukan beberapa penyelamatan penting.
Sayangnya, kualitas individu pemain Prancis terbukti terlalu sulit dihentikan.
Semakin lama pertandingan berjalan, Swedia kehilangan ritme permainan dan mulai meninggalkan ruang kosong di lini belakang.
Situasi itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pemain Prancis.
Hasil 3-0 pun menjadi penutup yang pantas bagi pertandingan ini.
Kini Prancis melangkah penuh percaya diri ke babak 16 besar dan semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu favorit kuat untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









