Konten Viral Joget di Dapur SPPG MBG Berujung Suspend BGN

Intrend.id – Viral di media sosial aksi joget seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) Hendrik Irawan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bikin heboh publik. Sosok yang diketahui bernama Hendrik Irawan itu jadi sorotan setelah videonya tersebar luas.
Hendrik Irawan terlihat berjoget di area dapur SPPG MBG dalam video yang beredar sejak 23 Maret 2026. Bahkan ada yang menunjukkan dirinya berada di ruangan dengan latar logo Badan Gizi Nasional (BGN). Aksi tersebut langsung menuai kritik karena dinilai tidak pantas, apalagi dilakukan di tempat pengolahan makanan untuk program pemerintah.
Netizen juga menyoroti pernyataan soal “Rp6 juta per hari” yang disebut dalam narasi video. Banyak yang mengira angka tersebut adalah keuntungan pribadi, sehingga memicu persepsi negatif.
Menanggapi hal ini, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pihaknya telah memberikan teguran keras. Ia bahkan langsung menugaskan tim pengawasan untuk turun ke lapangan.
“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujar Nanik, Selasa 24 Maret 2026 dikutip dari Jawapos.
BGN juga bergerak cepat dengan melakukan inspeksi terhadap dapur SPPG milik Hendrik. Hasilnya, ditemukan sejumlah pelanggaran teknis, mulai dari tata letak dapur yang tidak sesuai standar hingga sistem pengolahan limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi ketentuan.
Akibatnya, satu dari 7 unit SPPG milik Hendrik langsung disuspend atau dihentikan sementara operasionalnya. Langkah ini diambil untuk memastikan standar higienitas dan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga.
“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” kata Nanik.
Selain itu, aksi joget tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) juga menjadi sorotan utama. BGN menilai konten seperti itu tidak mencerminkan profesionalitas, terlebih dalam program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat.
“Mengapa harus overacting seperti itu? Apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” lanjut Nanik.
Di sisi lain, Hendrik telah memberikan klarifikasi. Ia menyebut angka Rp6 juta per hari bukanlah keuntungan pribadi, melainkan dana operasional resmi untuk mengelola dapur SPPG.
Ia juga mengaku video tersebut diunggah ulang oleh pihak lain dengan narasi yang menyesatkan. Karena merasa dirugikan, Hendrik bahkan melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi.
Kasus ini makin ramai karena program MBG sendiri tengah jadi perhatian publik. Program yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto ini memang diawasi ketat, mengingat skalanya besar dan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat memberikan dukungan kepada mitra MBG, termasuk saat kasus dugaan penipuan digital (phishing) yang sempat merugikan dapur SPPG milik Hendrik hingga miliaran rupiah.
Namun, insiden terbaru ini tetap memicu kritik luas. Banyak pihak menilai bahwa mitra program pemerintah harus menjaga etika dan standar kerja, apalagi jika berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
Kasus video viral Hendrik Irawan joget di dapur SPPG MBG tersebut masih terus dipantau. Publik pun menunggu apakah akan ada sanksi lanjutan atau perbaikan sistem pengawasan ke depannya. (*)









