Meteor Diperkirakan Melintas di Langit Gorontalo, Warga Rekam Kilatan Terang Disusul Dentuman Keras
Intrend.id – Benda langit diperkirakan meteor melintas di langit gorontalo pada Sabtu 12 September 2026 dini hari. Warga di sejumlah wilayah Gorontalo hingga Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sultra) pun merekam dan mengunggahnya di media sosial.
Fenomena langit diduga meteor di langit Gorontalo ini membuat kaget warga. Selain bercahaya, muncul kilatan terang di langit disusul suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah daerah.
Fenomena tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.14 hingga 00.25 WITA. Sejumlah warga mengaku melihat benda bercahaya melintas cepat di langit. Ada pula saksi yang menyebut benda itu tampak seperti bola api dengan ekor panjang.
Rekaman CCTV dan video warga yang beredar di media sosial memperlihatkan kilatan cahaya terang dalam waktu singkat. Beberapa warga menggambarkan warna cahaya yang muncul sebagai kehijauan hingga kebiruan.
Dentuman yang muncul sesaat setelah kilatan cahaya juga terdengar cukup kuat. Di sejumlah lokasi, suara tersebut disebut membuat warga panik dan bahkan menggetarkan kaca jendela rumah.
Diduga Meteor Fireball
Geofisikawan Universitas Negeri Gorontalo, Raghel Yunginger, menilai fenomena tersebut konsisten dengan meteor fireball, yakni meteor yang memiliki tingkat kecerlangan sangat tinggi saat memasuki atmosfer Bumi.
Menurutnya, dalam laporan Kompas, benda tersebut bergerak dengan kecepatan sangat tinggi atau hipersonik. Pergerakan itu dapat menghasilkan gelombang tekanan yang kemudian terdengar dari permukaan sebagai dentuman atau sonic boom.
Kilatan yang terlihat sangat terang bukan berarti ukuran benda tersebut pasti sangat besar. Jarak dan kondisi atmosfer turut memengaruhi seberapa jelas meteor terlihat dari permukaan.
Kondisi langit yang relatif cerah juga membuat fenomena tersebut lebih mudah diamati. Minimnya awan, debu, dan aerosol dapat meningkatkan visibilitas benda langit yang melintas dalam waktu singkat.
Warna kehijauan yang dilihat sejumlah warga juga masih memungkinkan terjadi dalam fenomena meteor. Saat memasuki atmosfer, material dari meteoroid dapat berpijar dan menghasilkan warna berbeda tergantung komposisi materialnya.
Dentuman Terdengar di Sejumlah Wilayah
Kesaksian warga muncul dari berbagai daerah, termasuk Gorontalo Utara, Kwandang, Telaga, Limboto, dan Isimu.
Oktaf Sandala, warga Kwandang, mengaku melihat benda yang tampak seperti api besar dengan ekor panjang ketika berada di sekitar kawasan kantor Bupati Gorontalo Utara.
Kesaksian lain datang dari warga yang sedang berada di rumah ketika suara dentuman terdengar. Sebagian awalnya mengira suara tersebut berasal dari petir atau benda besar yang jatuh.
Video yang beredar di media sosial kemudian memperkuat dugaan bahwa dentuman tersebut berkaitan dengan benda bercahaya yang melintas beberapa saat sebelumnya.
Meski begitu, sampai pagi hari 12 September 2026 belum ada laporan resmi mengenai kerusakan, korban, maupun temuan material meteor di permukaan.
BMKG Masih Kumpulkan Data
Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo masih menghimpun informasi mengenai fenomena tersebut.
Prakirawan BMKG Gorontalo, Sayid Mahadir, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil survei lapangan dari pihak berwenang.
“Sampai saat ini kami juga masih mengumpulkan dan menunggu informasi terkait survei lapangan dari pihak berwenang terkait fenomena tersebut,” ujar Sayid Mahadir.
Artinya, dugaan meteor belum bisa dianggap sebagai kesimpulan resmi. Data dari CCTV, kesaksian warga, rekaman seismograf, hingga kemungkinan data atmosfer masih perlu dicocokkan untuk mengetahui jalur dan karakter benda tersebut.
Kemungkinan lokasi jatuhnya benda juga belum bisa dipastikan. Dugaan yang mengarah ke kawasan pegunungan Gorontalo Utara masih sebatas informasi warga dan belum terverifikasi.
Apa Itu Meteor Fireball?
Meteor sebenarnya merupakan fenomena cahaya yang muncul ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Sebagian besar benda berukuran kecil akan terbakar dan hancur sebelum mencapai permukaan.
Sementara itu, istilah fireball digunakan untuk meteor yang sangat terang. Jika objeknya cukup besar dan bergerak dengan kecepatan tinggi, gelombang tekanan yang dihasilkan dapat memunculkan suara seperti ledakan.
Apabila sebagian material berhasil melewati atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, material tersebut disebut meteorite atau meteorit.
Fenomena seperti ini bukan hal yang mustahil terjadi. Namun, meteor yang sangat terang dan menghasilkan dentuman keras tentu lebih mudah menarik perhatian, terutama ketika melintas di wilayah dengan banyak saksi dan kamera CCTV.
Warga Diminta Simpan Rekaman Asli
Para peneliti biasanya membutuhkan rekaman dari berbagai sudut untuk memperkirakan lintasan, ketinggian, kecepatan, hingga kemungkinan ukuran benda.
Karena itu, video asli dari CCTV maupun kamera ponsel warga dapat menjadi data penting. Rekaman sebaiknya tidak dipotong, diberi filter, atau diubah sehingga informasi waktu dan arah kejadian tetap dapat dianalisis.
Untuk sementara, warga diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan lokasi jatuh ataupun jenis benda tersebut.
Fenomena langit Gorontalo ini masih menunggu analisis lebih lanjut. Jika benar merupakan meteor fireball, kilatan cahaya dan dentuman yang dirasakan warga menjadi efek dari benda luar angkasa yang memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi.
Keterangan resmi dari BMKG dan lembaga terkait soal benda langit diduga meteor di Gorontalo ini nantinya diharapkan bisa menjawab apakah objek tersebut benar meteor, seberapa besar ukurannya, ke mana lintasannya, serta apakah ada material yang berhasil mencapai permukaan. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





