Trend in Siber

Perompakan di Somalia Timpa Kapal Tanker MT Honour 25, 4 WNI Jadi Sandera

Intrend.id – Kasus perompakan atau pembajakan kapal tanker MT Honour 25 oleh perompak di Somalia bikin geger dunia maritim internasional dan menjadi sorotan netizen.

Kapal yang membawa sekitar 18.500 barel minyak mentah itu mengalami perompakan saat melintas di perairan sekitar Hafun Somalia, pada 21-22 April 2026.

Yang bikin publik Indonesia makin khawatir, ada empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi sandera dalam insiden tersebut.

Mereka adalah Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

Kasus perompakan di Somalia yang mengakibatkan 4 WNI jadi sandera turut menjadi atensi pemerintah. Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), pemerintah memastikan proses penanganan terus dilakukan secara intensif demi menyelamatkan seluruh awak kapal, terutama para ABK asal Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, mengatakan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Somalia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi.

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia menindaklanjuti laporan pembajakan Kapal MT Honour 25,” ujar Nabyl, Selasa 28 April 2026, dikutip dari Metro.

Berdasarkan data sementara, kapal tersebut diawaki total 16 orang. Selain empat WNI, terdapat 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Beberapa laporan internasional bahkan menyebut kemungkinan ada satu kru asal Sri Lanka di dalam kapal.

Menurut laporan keamanan maritim internasional, kapal MT Honour 25 dibajak sekitar 28 hingga 30 mil laut dari pesisir Somalia saat sedang menuju Mogadishu. Setelah dikuasai bajak laut, kapal tersebut kemudian diarahkan ke wilayah perairan Puntland, tepatnya di antara Xaafun dan Bander Beyla.

Insiden ini langsung dipantau berbagai pihak internasional, termasuk misi keamanan maritim Uni Eropa, EUNAVFOR Operation Atalanta. Bahkan pesawat patroli Jepang dilaporkan turut memantau posisi kapal yang kini berada di wilayah teritorial Somalia.

Situasi para sandera disebut masih berubah-ubah dan cukup mencekam. Istri Kapten kapal MT Honour 25, Santi Sanjaya, mengaku sempat melakukan video call dengan suaminya, Ashari Samadikun, beberapa saat sebelum pembajakan terjadi.

“Suami saya bilang kapal mereka kemungkinan akan diserang perompak,” ungkap Santi dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melalui RRI.

Menurut Santi, kondisi di atas kapal sangat tidak stabil karena para perompak kerap berubah sikap saat merasa terancam. Hal itu membuat psikologis para awak kapal terganggu dan keselamatan mereka terus berada dalam risiko.

Keluarga korban kini berharap pemerintah Indonesia bisa bergerak cepat untuk membebaskan seluruh awak kapal yang disandera.

Respons keras juga datang dari anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal. Politisi yang akrab disapa Deng Ical itu meminta pemerintah segera menyusun strategi pembebasan yang matang dengan melibatkan banyak pihak, termasuk TNI.

“Kementerian Luar Negeri harus segera berkoordinasi dengan kementerian terkait dan TNI untuk menyusun strategi pembebasan yang terukur,” tegasnya di laman Fraksi PKB, Rabu 29 April 2026.

Deng Ical juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah sukses melakukan operasi pembebasan sandera saat kasus pembajakan kapal MV Sinar Kudus pada 2011 silam. Saat itu, pasukan khusus TNI berhasil membebaskan 20 WNI setelah baku tembak dengan bajak laut Somalia.

Selain jalur militer, pemerintah juga disebut sedang mengupayakan pendekatan diplomasi dan negosiasi dengan berbagai pihak lokal di Somalia. Beberapa laporan menyebut pembajakan ini berkaitan dengan kelompok perompak di Puntland dan diduga melibatkan negosiasi uang tebusan.

Fokus utama pemerintah menangani kasus perompakan di Somalia ini tetap pada keselamatan seluruh awak kapal. Kemlu RI memastikan pemantauan situasi terus dilakukan secara ketat sambil menunggu perkembangan proses negosiasi pembebasan sandera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status