Intrend.id – Drama puncak pecah juga di Final UEFA Champions League (UCL) 2026 saat Paris Saint-Germain (PSG) menjadi juara dan sukses mempertahankan gelar usai menaklukkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3.
PSG pun menjadi juara UCL 2026 setelah menorehkan kemenangan di Final UEFA Champions League (UCL) 2026 ini. Sebelumnya dua tim bermain imbang 1-1 hingga extra time, Minggu 31 Mei 2026 dini hari waktu Indonesia.
Budapest menjadi saksi laga yang benar-benar rollercoaster ini. Arsenal sempat unggul cepat lewat gol Kai Havertz di menit ke-5, sebelum akhirnya disamakan oleh penalti Ousmane Dembele di menit ke-64. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti yang penuh tekanan.
Di babak penalti, PSG tampil lebih dingin. Penendang seperti Gonçalo Ramos, Désiré Doué, Achraf Hakimi, hingga Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya. Sementara itu, Arsenal harus menelan pil pahit setelah dua eksekutor gagal, termasuk penalti penentuan dari Gabriel yang melambung dan memastikan kemenangan PSG.
PSG
– Lucas Beraldo Gol (4-3)
– Achraf Hakimi Gol (3-2)
– Nuno Mendes shootout (2-1)
– Desire Doue Gol (2-1)
– Gonçalo Ramos Gol (1-0)
Arsenal
– Gabriel shootout (4-3)
– Gabriel Martinelli Gol (3-3)
– Declan Rice Gol (2-2)
– Eberechi Eze shootout (2-1)
– Viktor Gyokeres Gol (1-1)
Skor akhir PSG 1 (4) – (3) 1 Arsenal.
Kemenangan ini bikin PSG mencetak sejarah besar. Tim asuhan Luis Enrique resmi back-to-back juara Liga Champions, menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar sejak era format modern (1992/1993)/(2016/2017).
Lebih spesial lagi, PSG juga jadi klub Prancis pertama yang berhasil juara dua kali berturut-turut di kompetisi paling elite Eropa ini. Trofi pun tetap “pulang” ke Paris.
Sepanjang pertandingan, PSG sebenarnya tampil dominan. Statistik menunjukkan mereka unggul jauh dalam penguasaan bola, jumlah serangan, hingga akurasi passing. Namun, Arsenal bermain disiplin dan mampu bertahan hingga extra time, bahkan beberapa kali mengancam lewat serangan balik.
Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak pada The Gunners di momen krusial.
Bagi Arsenal, hasil ini jelas menyakitkan. Setelah tampil impresif sepanjang musim, bahkan tak terkalahkan di Liga Champions musim ini, mereka harus gagal di garis akhir. Trofi yang sudah di depan mata sirna lewat adu penalti.
Meski begitu, performa pasukan Mikel Arteta tetap layak diapresiasi. Mereka menunjukkan mental kuat dan organisasi permainan yang solid sepanjang turnamen.
Final ini juga menyisakan sedikit kontroversi, terutama soal penalti PSG di babak kedua yang memicu perdebatan di kalangan fans. Namun pada akhirnya, sejarah hanya mencatat hasil akhir.
PSG juara UCL 2026. Arsenal harus puas jadi runner-up. Malam panjang di Budapest pun resmi ditutup dengan satu kesimpulan PSG adalah raja Eropa lagi. (*)




