The Devil Wears Prada 2 Film Tayang, Nostalgia dan Konflik Era Digital
Intrend.id – The Devil Wears Prada 2 film resmi tayang di bioskop global mulai 1 Mei 2026. Ini setelah penantian 20 tahun yang bikin fans nunggu penuh harap.
Sekuel dari The Devil Wears Prada 2 film fashion legendaris tahun 2006 ini langsung jadi perbincangan panas pecinta film dan fashion karena berhasil menghadirkan kembali geng ikonik Runway Magazine.
Film ini kembali disutradarai David Frankel dan ditulis oleh Aline Brosh McKenna. Sementara posisi produser dipegang Wendy Finerman.
Yang paling bikin heboh tentu comeback empat karakter utama yang dulu sukses jadi pop culture icon. Meryl Streep kembali memerankan Miranda Priestly, bos fashion super galak yang ikonik banget. Lalu ada Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel.
Buat yang penasaran, durasi film ini sekitar 1 jam 59 menit dan sudah tayang di bioskop Indonesia sejak akhir April lewat jaringan Cinema XXI.
Kalau film pertama fokus pada drama bos toxic versus asisten baru, kali ini ceritanya jauh lebih dewasa dan relate sama kondisi industri media modern. Dunia fashion di Runway Magazine kini menghadapi ancaman besar akibat era digital, media sosial, AI-generated content, dan turunnya popularitas media cetak.
Miranda Priestly diceritakan sedang menghadapi tekanan besar di industri media korporat. Sementara Andy Sachs kini sudah jauh lebih matang dalam karier dan hidupnya. Emily Charlton bahkan naik level jadi eksekutif penting di Dior.
Selain cast lama, film ini juga kedatangan banyak nama baru yang bikin hype makin tinggi. Ada Lady Gaga, Kenneth Branagh, Justin Theroux, sampai Simone Ashley.
Proses produksi film ini sendiri berjalan cukup besar dan mewah. Syuting dilakukan dari Juni sampai Oktober 2025 di Manhattan, Milan, hingga New Jersey. Beberapa lokasi fashion asli seperti butik Dior ikut dipakai untuk memperkuat nuansa glamor khas dunia mode kelas atas.
Kabarnya, budget film ini mencapai sekitar 100 juta dolar AS. Tak heran visual dan wardrobe-nya tampil super niat dan penuh fashion item mahal yang bikin mata penonton dimanjakan sepanjang film.
Meski begitu, film ini juga gak lepas dari kritik. Beberapa penonton menilai The Devil Wears Prada 2 terlalu mengandalkan nostalgia dan product placement brand fashion mewah. Ada juga yang menyebut tone visualnya terasa seperti film streaming modern dengan color grading yang lebih flat dibanding film pertama.
Namun secara keseluruhan, respons awal film ini cukup positif. Banyak kritikus memuji keberhasilan film dalam mengangkat isu nyata soal perubahan media dan dunia fashion tanpa kehilangan vibe glamor yang jadi ciri khas franchise ini.
The Devil Wears Prada 2 bukan cuma film soal baju mahal dan runway mewah. Film ini juga jadi gambaran bagaimana industri kreatif harus bertahan di tengah perubahan zaman yang makin brutal dan serba digital. (*)









