Ungkapan Leonardo DiCaprio Soal Dampak Karhutla Kalimantan
Intrend.id – Aktor sekaligus aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio kembali menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang tertuju pada Pulau Kalimantan dan Sumatera. Ia mengangkat dampak kebakaran terhadap hutan, satwa liar, hingga masyarakat yang terdampak asap.
Leonardo DiCaprio mengungkapkan dampak karhutla Kalimantan lewat akun Instagram @leonardodicaprio pada , Minggu 4 Oktober 2026. Ia membagikan video kondisi kawasan hutan yang terbakar.
Dalam unggahannya, ia menyebut lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800 ribu hektare hutan telah terbakar di Kalimantan dan Sumatera.
Menurut DiCaprio, luas tersebut setara lebih dari 10 kali luas New York City.
Yang menjadi perhatian besar adalah nasib orangutan Kalimantan.
DiCaprio menyebut lebih dari separuh populasi orangutan Kalimantan di dunia berada dalam bahaya akibat kebakaran dan hilangnya habitat.
Soroti Orangutan yang Kabur dari Hutan Terbakar
Salah satu bagian video yang dibagikan DiCaprio memperlihatkan seekor orangutan berusaha keluar dari kawasan hutan yang terbakar.
Satwa tersebut tampak berada dalam kondisi terdesak.
Hutan yang selama ini menjadi rumahnya terbakar. Habitatnya pun menghilang.
Orangutan tersebut kemudian diselamatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Proses penyelamatan itu mendapat dukungan dari Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation.
Kini, orangutan tersebut berada dalam perawatan dokter hewan.
Kisah tersebut menjadi gambaran kecil dari dampak karhutla terhadap satwa liar.
Bukan cuma pohon yang hilang.
Ketika hutan terbakar, satwa juga kehilangan tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak.
Situasinya semakin sulit bagi satwa yang sangat bergantung pada pepohonan.
DiCaprio juga menyoroti owa janggut putih Kalimantan. Satwa ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon.
Kondisi itu membuat mereka menghadapi risiko besar ketika kebakaran menyebar cepat.
Karhutla Kalimantan dan Ancaman Perubahan Iklim
Dalam unggahannya, DiCaprio mengaitkan kebakaran hutan dengan perubahan iklim.
Menurut dia, perubahan iklim membuat hutan Kalimantan semakin kering dan panas.
Kondisi tersebut membuat kawasan hutan lebih rentan terbakar.
Kebakaran juga sering berkaitan dengan aktivitas manusia. Salah satunya pembukaan lahan untuk pertanian.
Masalah menjadi lebih rumit ketika api masuk ke lahan gambut.
Gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ketika terbakar, karbon yang tersimpan dapat dilepaskan ke atmosfer.
Kondisi tersebut, menurut DiCaprio, bisa memperparah krisis iklim.
Efeknya pun tidak berhenti di kawasan hutan.
Asap karhutla dapat bergerak ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
DiCaprio menyebut lebih dari 5 juta orang di Indonesia telah terpapar asap kebakaran.
Artinya, karhutla bukan hanya cerita soal hutan dan satwa.
Ada persoalan kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari yang ikut terdampak.
Pemadaman Melibatkan Banyak Pihak
DiCaprio menyebut upaya penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama.
Petugas pemadam kebakaran, penyelamat satwa liar, organisasi nonpemerintah, dan pemerintah Indonesia disebut terlibat dalam penanganan tersebut.
Menurutnya, kerja sama menjadi penting karena karhutla tidak hanya menghadirkan persoalan api.
Ada satwa yang harus dievakuasi.
Ada habitat yang harus diselamatkan.
Ada masyarakat yang harus dilindungi dari paparan asap.
Ada pula kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.
Kasus orangutan yang diselamatkan BKSDA Kalimantan Tengah bersama BOS Foundation menjadi salah satu contoh penanganan satwa terdampak kebakaran.
Satwa tersebut kini menjalani perawatan.
Leonardo DiCaprio Angkat Isu Hutan Indonesia
Sorotan DiCaprio terhadap karhutla Indonesia bukan hal baru.
Ia dikenal aktif menggunakan platform media sosialnya untuk mengangkat isu lingkungan dan perlindungan satwa liar.
Dalam unggahan terbarunya, fokusnya kembali pada Kalimantan.
Ia mengingatkan bahwa kebakaran hutan membawa dampak berlapis.
Hutan kehilangan tutupan.
Satwa kehilangan habitat.
Karbon terlepas.
Masyarakat terpapar asap.
Bagi orangutan Kalimantan, masalahnya bahkan lebih serius karena kehidupan mereka sangat bergantung pada keberadaan hutan.
“Urgent: Borneo is on fire, with over half the world’s Bornean orangutans in danger,” tulis DiCaprio dalam unggahannya.
Ia juga menyoroti orangutan yang terlihat melarikan diri dari hutan terbakar ketika habitatnya menghilang.
Pesannya Leonardo DiCaprio dalam konteks karhutla Kalimantan menyinggung pelbagai sisi. Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan. Ada rumah bagi satwa liar yang ikut lenyap. Dan bagi orangutan Kalimantan, hilangnya hutan berarti hilangnya ruang untuk bertahan hidup. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





