INTREND Siber

Harga Durian Musang King di Malaysia dan Singapura, antara Petani dan Konsumen

Intrend.id – Harga durian premium Musang King di Malaysia dan Singapura sedang menjadi sorotan karena mengalami masa berbeda dalam satu dekade terakhir. Pada Rabu, 31 Desember 2025, harga durian berjuluk raja buah itu di tingkat kebun dilaporkan anjlok hingga RM 10 per kilogram, atau sekitar Rp41.000. Angka tersebut menjadi titik terendah dalam 10 tahun terakhir.

Penurunan harga durian premium Musang King di Malaysia ini terasa sangat menyakitkan bagi para pemilik kebun durian. Sepanjang Desember 2025, harga Musang King tercatat merosot lebih dari 60 persen hanya dalam waktu satu bulan. Kondisi ekstrem ini bahkan dijuluki pelaku industri sebagai “tsunami durian”.

Durian Musang King merupakan durian nonlokal Indonesia sebagaimana D-200 atau duri hitam. Indonesia sendiri memiliki jenis durian unggulan seperti namlung aka cumasi dan super tembaga.

Sebulan sebelumnya, tepatnya pada November 2025, harga Musang King masih bertahan di kisaran RM 20 per kilogram atau sekitar Rp82.000. Namun bagi petani, harga tersebut sebenarnya sudah berada di ambang batas keuntungan. Ketika harga kembali terjun bebas, kerugian pun tak terelakkan.

Lin Fu Yuan, salah satu pemilik kebun durian di Malaysia, mengaku terpukul dengan kondisi pasar saat ini. Ia tidak menyangka durian premium yang selama ini menjadi andalan bisa jatuh sedalam ini dalam waktu singkat. “Kami tidak menyangka harga bisa turun lebih dari 60 persen. Ini harga terendah sepanjang sejarah dan membuat saya merugi besar bulan ini,” ujarnya.

Pelaku industri menilai anjloknya harga Musang King dipicu oleh melemahnya permintaan pasar. Libur sekolah disebut menjadi salah satu faktor yang menurunkan konsumsi domestik. Selain itu, permintaan ekspor dari China—pasar utama Musang King—juga mengalami penurunan signifikan.

Akibatnya, pasokan durian menumpuk di dalam negeri. Panen raya yang datang bersamaan dengan lesunya ekspor membuat harga semakin tertekan. Bagi petani, Musang King yang dulu dianggap “emas hijau” kini justru menjadi beban.

Namun di sisi lain, kondisi ini menghadirkan berkah bagi konsumen, khususnya di Singapura. Lapak-lapak durian diserbu pembeli yang ingin menikmati Musang King dengan harga miring. Pemilik Durian Empire, Zen Ho, menyebut harga Musang King kini dijual 8 hingga 18 dolar Singapura per kilogram, jauh di bawah harga normal 15 hingga 24 dolar.

“Ini harga terendah sejak 2018,” kata Zen Ho, dikutip dari The Straits Times. Penurunan harga juga menyeret varietas durian lain, mendorong penjualan naik hingga 20 persen.

Harga durian Musang King di Malaysia dan Singapura sangat menentukan bagi para pekebun. Menjelang akhir 2025 dan memasuki awal Januari 2026, mereka berharap permintaan segera pulih agar harga Musang King kembali stabil dan kerugian tidak terus melebar. (*)

Yang menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status