INTREND Siber

KPOP World Festival Israel 2024 Tuai Sorotan Penggemar Serukan Boikot

INTREND.ID – Dunia K-pop kembali dihebohkan oleh kontroversi terbaru terkait rencana penyelenggaraan KPOP World Festival Israel 2024.

Keputusan Kedutaan Besar Korea Selatan di Israel untuk bekerja sama dengan KBS World TV dalam mengadakan festival ini menuai reaksi keras dari penggemar K-pop di seluruh dunia.

Kronologi Pengumuman

Melalui laman resmi Kedutaan Besar Korea Selatan di Israel, pengumuman tentang audisi KPOP World Festival 2024 telah dibuka sejak Rabu, 31 Januari 2024.

Pendaftaran online dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 31 Maret 2024. Babak penyisihan peserta audisi direncanakan akan dimulai pada Senin, 15 Juli 2024, bertempat di Smolarz Auditorium, Tel Aviv University.

Format Kompetisi

Kompetisi KPOP World Festival Israel akan melibatkan 2 hingga 3 grup dari setiap negara, termasuk perwakilan dari Israel, untuk maju ke babak Final.

Dari sekitar 100 kedutaan di seluruh dunia yang berpartisipasi, juri akan memilih 16 sampai 24 grup, yang kemudian akan dikerucutkan menjadi 8 grup finalis.

Para finalis akan melanjutkan audisi di Korea Selatan sekitar bulan September atau Oktober mendatang.

Mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk tur wisata, mengikuti berbagai kegiatan, dan tampil di KPOP World Festival di Changwon.

Reaksi Penggemar

Pengumuman KPOP World Festival Israel ini sontak memicu gelombang protes dari penggemar K-pop di berbagai belahan dunia. Banyak yang menyerukan aksi boikot dan menyuarakan penolakan mereka melalui media sosial, khususnya platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Tagar #NoToArtwashingInKpop dan #KpopFestivalOutWithZionism mulai trending di X sejak 8 Juli 2024.

Penggemar menggunakan tagar ini untuk mengekspresikan kekecewaan dan penolakan mereka terhadap keterlibatan industri K-pop dengan Israel.

Salah satu akun X, @shownuxxxxx, pada Senin 8 Juli 2024 menulis, “Kayaknya kalo aku harus hengkang dari dunia per kpop an. bukan karna member dating atau apa. tapi karna pemerintahan sendiri kerjasama sama israel. Semogaaaa bukan monek bukan sse meski ga berharap banyak.”

Akun lain, Selasa 9 Juli 2024, @cherrybomxxxx, menyuarakan protesnya dengan menulis, “Kpop sebelah mana yg dukung israel gue boikot!!”

Sementara itu, @juyoshixxxx mencoba memberikan perspektif berbeda, “gw baru liat ini, tp bukannya ini tuh acara audisi di kpop talent yg diselengarain di israel buat org disana? cuma yg lolos bakal dikirim ke KBS Korea. bukan yang acara konser/festival yg ngundang idol gitu gak sih? tp bagus deh di boikot jg, ngpain jg zionis di kasih kesempatan.”

Dampak Kontroversi

Kontroversi KPOP World Festival Israel ini telah menimbulkan perdebatan serius di kalangan penggemar K-pop. Banyak yang merasa kecewa dengan keputusan ini, mengingat sensitivitas politik terkait Israel di kancah internasional.

Beberapa penggemar bahkan mengancam untuk meninggalkan fandom K-pop jika festival ini tetap dilaksanakan.

Di sisi lain, beberapa pengamat industri hiburan melihat ini sebagai langkah diplomatik Korea Selatan untuk memperluas pengaruh budaya popnya.

Namun, mereka juga mempertanyakan apakah langkah ini akan lebih banyak membawa keuntungan atau justru merugikan citra K-pop secara global.

Respons Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Kedutaan Besar Korea Selatan di Israel maupun KBS World TV belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini.

Beberapa agensi K-pop besar juga masih bungkam, meskipun tekanan dari penggemar terus meningkat untuk memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan mereka dalam acara ini.

Kontroversi KPOP World Festival 2024 di Israel telah membuka diskusi yang lebih luas tentang peran dan tanggung jawab industri hiburan dalam isu-isu politik global.

Bagaimana industri K-pop akan menavigasi situasi ini akan sangat memengaruhi persepsi global terhadap Korean Wave di masa depan. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status