Lirik Lagu Erika Viral dan Tuai Kontroversi, HMT ITB Minta Maaf
Intrend.id – Lirik lagu Erika menuai sorotan publik setelah viral di media sosial sejak 14 April 2026. Lagu lama yang dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menuai kritik karena liriknya dinilai vulgar dan mengandung unsur objektivikasi dan atau pelecehan terhadap perempuan.
Lirik lagu Erika dalam video viral penampilan mahasiswa yang menyanyikan lagu tersebut langsung memicu reaksi keras warganet. Sejumlah potongan lirik yang beredar dianggap tidak pantas dan bertentangan dengan nilai kesusilaan saat ini. Dalam lagu itu, sosok Erika digambarkan sebagai seorang janda yang ditemui mahasiswa.
Menanggapi polemik tersebut, HMT-ITB akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi kepada publik pada Rabu, 15 April 2026. Dalam pernyataannya, mereka mengakui bahwa lagu tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan norma sosial saat ini.
Pernyataan Sikap Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB), Rabu 15 April 2026, dikutip dari laman resmi ITB.
1. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan
2. Perlu kami sampaikan bahwa Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD) merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan untuk lagu berjudul “Erika” dibuat pada tahun 1980-an. Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini.
3. Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun.
4. Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat.
5. Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat.
Lagu Lama Era 1980-an Kembali Viral
Lagu Erika, dalam penjelasan di web andyyahya.com sebenarnya bukan karya baru. Lagu ini merupakan bagian dari tradisi internal OSD HMT-ITB yang telah ada sejak era 1980-an. Pada masanya, lagu tersebut dikenal sebagai “lagu kebangsaan” OSD dan sering dibawakan dalam berbagai kegiatan internal mahasiswa, seperti malam keakraban hingga pentas musik.
OSD sendiri mulai terbentuk sejak akhir 1970-an dan menjadi wadah kreativitas mahasiswa tambang ITB dalam musik dangdut. Lagu-lagu mereka, termasuk “Erika”, diciptakan dengan gaya humor khas mahasiswa era tersebut.
Namun, konteks sosial yang berubah membuat lirik lagu ini kini dinilai tidak lagi pantas. Beberapa bagian lirik dianggap mengandung objektifikasi dan pelecehan seksual verbal terhadap perempuan.
HMT-ITB Akui Kelalaian
Dalam pernyataan resminya, HMT-ITB menegaskan bahwa penampilan lagu tersebut merupakan sebuah kelalaian. Mereka mengakui bahwa konten lagu tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung dalam lingkungan akademik.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas keresahan yang timbul. Kami menyadari bahwa lagu tersebut tidak relevan dengan norma sosial saat ini,” tulis pernyataan resmi HMT-ITB.
Selain itu, mereka juga menegaskan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun, khususnya perempuan.
Sebagai langkah konkret, HMT-ITB langsung melakukan penarikan (take down) seluruh konten terkait lagu “Erika” dari kanal resmi maupun akun yang terafiliasi. Termasuk video lama yang sempat beredar sejak 2020.
Evaluasi Internal dan Perbaikan
HMT-ITB juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi, termasuk konten lagu-lagu yang dibawakan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aktivitas ke depan selaras dengan nilai etika dan norma masyarakat.
Evaluasi ini mencakup peninjauan ulang standar kegiatan, pengawasan, serta materi yang ditampilkan dalam acara organisasi mahasiswa.
Di sisi lain, pihak kampus melalui Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, yang ditampilkan dalam acara organisasi mahasiswa.
Pihak kampus menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N Nurlaela Arief dalam keterangan di Bandung, Rabu 15 April 2026.
Refleksi Budaya Lama vs Nilai Modern
Kontroversi lagu Erika yang menyebar luas menjadi contoh bagaimana budaya lama yang dulunya dianggap lumrah kini bisa berbenturan dengan nilai-nilai modern. Tradisi humor mahasiswa era 70–80an yang cenderung vulgar kini tidak lagi bisa diterima di ruang publik.
Perubahan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual, termasuk dalam bentuk verbal.
Bagi yang mencari dan menemui lirik lagu Erika mungkin perlu meresapi subtansi teks dan konteks lagu tersebut saat diperdengarkan. Karena dengan adanya kejadian ini, seluruh institusi pendidikan dan organisasi mahasiswa menuai sorotan sehingga bisa lebih selektif dalam menjaga konten dan aktivitas agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. (*)









