INTREND.ID Menjangkau wawasan baru

Gunung Semeru Masih Erupsi BNPB Laporkan Tidak Sebabkan Tsunami Hingga Jepang

INTREND.ID – Hingga Senin, 5 Desember 2022, Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur masih erupsi.

Dari analisis pemantau secara visual dan kegempaan menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

Gunung Semeru kemudian dinilai tingkat aktivitas Gunung Semeru dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS), terhitung mulai Minggu, 4 Desember 2022 kemarin, pukul 12.00 WIB.

Dalam laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Kementerian ESDM RI, terjadi erupsi Gunung Semeru pada Senin, 05 Desember 2022, pukul 11:31 WIB.

Abu letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 05 Desember 2022, pukul 11:31 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 0 detik,” demikian laporan Mukdas Sofian, A.Md dari PVBMG melalui siaran pers terulis 5 Desember 2022.

Sementara itu, dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, ribuan warga telah mungungsi sejak Minggu 4 Desember 2022 kemarin.

“Sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Semeru, Minggu 4 Desember 2022,” demikian keterangan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu 4 Desember 2022.

Dalam rincian Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 11 titik pengungsian.

1. 266 jiwa di SDN 4 Supiturang,
2. 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo,
3. 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip,
4. 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip,
5. 131 jiwa di Balai Desa Penanggal,
6. 52 jiwa di Pos Gunung Sawur,
7. 216 jiwa di Balai Desa Pasirian,
8. 150 jiwa di Lapangan Candipuro,
9. 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro
10. SMP N 2 Pronojiwo.

Simak:  Suami Istri Ditangkap Karena Kasus Jual Beli Video Asusila Via Telegram dan Twitter

Sementara itu, wilayah yang terdampak APG Gunungapi Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.

“Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi,” demikian keterangan Abdul Muhari.

BNPB setempat juga telah membagikan 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis, dan 4.000 masker anak.

Masker dibutuhkan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.

Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial.

Tidak Sebabkan Tsunami Jepang
Pascaluncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru Minggu 4 Desember 2022 dini hari, beredar informasi yang menyebutkan bahwa letusan Gunung Semeru dapat membangkitkan tsunami hingga ke negara Jepang.

Menurut Abdul Muhari, ada beberapa alasan kenapa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Antara lain, Gunung Semeru merupakan gunung api darat dengan jarak cukup jauh dari laut sehingga potensi letusan / pyroclastic / partial collapse tidak sampai ke laut dan tidak bisa membangkitkan tsunami,” tulis Abdul Muhari.

Simak:  Presiden Joko Widodo Kunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa Cianjur, 268 Warga Meninggal Dunia

Alasan lain, posisi Gunung Semeru berada di Selatan Jawa.

“Jika terjadi longsoran di Pantai Selatan Jawa akibat aktivitas vulkanik, kecil kemungkin tsunami yang terjadi bisa menjangkau negara Jepang karena terhalang gugusan pulau-pulau di Indonesia,” tulis Abdul Muhari.

Berdasarkan analisa tersebut, kabar yang beredar tentang letusan Gunung Semeru akan menyebabkan tsunami hingga ke negara Jepang, dapat dipastikan tidak tepat.

“BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mempercayai kabar yang berasal dari lembaga yang berwenang di Indonesia, baik itu dari BNPB, BMKG, PVMBG, BPBD dan lembaga-lembaga yang dimandatkan oleh pemerintah,” demikian keterangan Abdul Muhari.

Dalam laporan NHK, 4 Desember 2022, disebutkan bahwa Badan Meteorologi Jepang menyelidiki apakah ada tsunami di Jepang. Tetapi BMJ kemudian mengumumkan bahwa “tidak ada dampak tsunami pada Jepang”.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, letusan besar-besaran terjadi di Gunung Semeru di pulau Jawa, Indonesia, sekitar pukul 11:18 pada tanggal 4 waktu Jepang.

Menurut Pusat Informasi Abu Vulkanik Rute Udara di Darwin, Australia, semburan vulkanik mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer, dan dapat dilihat pada citra satelit cuaca “Himawari”.

Badan Meteorologi Jepang sedang menyelidiki apakah terjadi tsunami ke Jepang akibat letusan ini. ***

Baca Artikel lainnya di Google News INTREND.ID

Tinggalkan komentar