Mantan Kiper Alex Manninger Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun, Simak Kariernya di Eropa
Intrend.id – Mantan penjaga gawang atau kiper asal Austria Alex Manninger meninggal dunia pada usia 48 tahun, Kamis 16 April 2026. Kabar ini menjadi duka bagi dunia sepak bola.
Kabar Alex Manninger meninggal dunia ini turut disampaikan oleh Liverpool FC melalui akun resmi mereka. Klub yang menjadi tempat Manninger menutup karier profesionalnya itu menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
“Liverpool FC sangat berduka atas meninggalnya mantan kiper Alex Manninger pada usia 48 tahun. Seluruh keluarga besar LFC menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan sahabatnya,” tulis pernyataan resmi klub, 16 April 2026.
Ucapan duka juga datang dari Arsenal FC, klub yang membesarkan namanya di Inggris. Arsenal menyebut kepergian Manninger sebagai kabar yang mengejutkan dan menyedihkan.
“Semua orang di Arsenal terkejut dan sangat sedih dengan meninggalnya mantan penjaga gawang Alex Manninger yang tragis,” demikian pernyataan Arsenal.
Meninggal dalam Kecelakaan Tragis
Menurut laporan media Austria, Manninger meninggal dunia akibat kecelakaan tragis. Mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Nussdorf am Haunsberg, utara Salzburg.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.20 waktu setempat. Kendaraan yang dikemudikan Manninger mengalami kerusakan parah dan terseret beberapa meter. Meski tim penyelamat segera tiba di lokasi, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sekitar 25 penumpang dalam kereta dilaporkan selamat tanpa luka. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Karier Gemilang di Eropa
Lahir di Salzburg pada 4 Juni 1977, Manninger dikenal sebagai salah satu kiper top Austria. Ia mencatatkan 33 caps bersama tim nasional Austria dan tampil di ajang Euro 2008 yang digelar di negaranya.
Namanya mulai dikenal luas saat bergabung dengan Arsenal FC pada 1997 sebagai pelapis David Seaman. Namun, ia justru tampil gemilang saat dipercaya menggantikan Seaman yang cedera.
Pada musim 1997/1998, Manninger mencatatkan enam clean sheet beruntun dan membantu Arsenal meraih gelar Premier League serta FA Cup. Ia bahkan sempat meraih penghargaan Player of the Month pada Maret 1998.
Selama berseragam Arsenal, ia mencatatkan 64 penampilan sebelum akhirnya meninggalkan klub pada 2002.
Pengelana di Liga Top Eropa
Setelah dari Arsenal, Manninger menjalani karier sebagai “pengelana” di berbagai klub Eropa. Ia pernah membela klub-klub Italia seperti ACF Fiorentina, Torino FC, Bologna FC, hingga Juventus FC.
Bersama Juventus pada periode 2008–2012, ia menjadi pelapis Gianluigi Buffon. Meski sering berada di bangku cadangan, Manninger dikenal sebagai sosok profesional dan siap tampil kapan pun dibutuhkan.
Ia turut merasakan gelar Serie A bersama Juventus, menjadi bagian awal dominasi klub tersebut di Italia.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Juventus yang menyebut Manninger bukan hanya atlet hebat, tetapi juga pribadi dengan nilai-nilai luar biasa seperti kerendahan hati dan dedikasi tinggi.
“Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan. Kami telah kehilangan tidak hanya atlet hebat, tetapi seorang pria dengan nilai-nilai langka: kerendahan hati, dedikasi, dan rasa profesionalisme yang luar biasa. Alex Manninger akan diingat untuk contoh yang dia tetapkan, di dalam dan di luar lapangan,” tulis klub.
Menutup Karier di Liverpool
Pada 2016, Manninger bergabung dengan Liverpool FC di usia 39 tahun atas permintaan pelatih Jürgen Klopp. Meski tidak banyak tampil, kehadirannya di ruang ganti dianggap penting bagi perkembangan kiper muda. Ia akhirnya memutuskan pensiun pada 2017.
Kehidupan Setelah Sepak Bola
Usai gantung sarung tangan, Manninger memilih hidup jauh dari sorotan. Ia kembali ke profesi lamanya sebagai pengrajin, mengelola bisnis furnitur dan terlibat dalam proyek properti di Austria.
Dikenal sebagai pribadi sederhana, ia menikmati hidup tenang sambil menekuni dunia pertukangan dan desain interior.
Kepergian Alex Manninger yang meninggal dunia menyisakan duka mendalam bagi dunia sepak bola. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai kiper tangguh, profesional sejati, dan pribadi rendah hati. (*)









